Percintaan Perempuan-Perempuan di ‘Sanubari Jakarta’

Satu lagi film Indonesia yang mengangkat kisah tentang kehidupan kaum LGBT di Jakarta. Film berjudul ‘Sanubari Jakarta’ dihadirkan dalam bentuk omnibus atau berisi kumpulan film-film pendek dari 10 orang sutradara muda Indonesia.

Percintaan Perempuan-Perempuan di 'Sanubari Jakarta'
Percintaan Perempuan-Perempuan di 'Sanubari Jakarta'

Film ini mengupas lebih dekat dan mendalam soal kehidupan dan realita Jakarta yang marak dengan kehadiran kita para lesbian, gay, dan transgender. Diproduseri oleh dua wanita berbakat Lola Amaria dan Fira Sofiana, awalnya film ini hanya berkonsep film indie tanpa ada niat untuk ditampilkan secara komersial di bioskop-bioskop Ibukota.

‘Sanubari Jakarta’ didasarkan pada kisah nyata yang terjadi di keseharian kota Jakarta tercinta yang penuh orang. Ada 10 judul cerita pendek dalam film ini: 1/2 (Tika Pramesti), Malam Ini Aku Cantik (Dinda Kanya Dewi), Lumba-Lumba (Lola Amaria), Terhubung (Alfrits John Robert), Kentang (Aline Jusria), Menunggu Warna (Andriyanto Waskito Dewo), Pembalut (Billy Christian), Topeng Srikandi (Kirana Larasati), Untuk ‘A’ (Fira Sofiana), Kotak Cokelat (Sim F).

Dari kisah-kisah itu, paling nggak ada 4 cerita yang menceritakan kehidupan lesbian, yaitu Lumba-Lumba, Terhubung, Pembalut, dan Topeng Srikandi. Sedangkan 6 film lainnya lebih menceritakan tentang kehidupan gay dan transgender.

Lumba-Lumba yang disutradarai Lola Amaria, menceritakan tentang seorang perempuan yang juga guru TK bernama Adinda, yang jatuh cinta dengan ibunda salah seorang muridnya. Chemistry kedua tokoh perempuan dalam film ini sebenarnya tidak mengecewakan, walaupun (sayangnya) adegan kissing mereka terpaksa harus disensor oleh LSF.

Terhubung yang disutradarai oleh Alfrits John Robert, menceritakan tentang dua orang perempuan yang dulunya sepasang kekasih, secara kebetulan ketemu di toko bra. Diceritakan kalau dua perempuan itu memiliki ukuran badan yang sama, panjang rambut yang sama, bahkan ukuran bra yang sama. Yang dimaksud terhubung dalam kisah ini sepertinya soal ‘keterhubungan’ dua perempuan itu secara tidak langsung melalui firasat masing-masing, meski kini mereka sudah tidak bersama.

Pembalut yang disutradarai Billy Christian, menceritakan soal perdebatan pasangan lesbian di sebuah hotel, karena salah satu dari mereka harus menikah dengan laki-laki. Yang menarik dari kisah ini adalah seluruh karakter tokoh, mulai dari dua tokoh utama hingga petugas cleaning service, diperankan oleh satu orang.

Topeng Srikandi yang disutradarai Kirana Larasati, menceritakan tentang seorang perempuan bernama Srikandi yang kehidupannya selalu terpinggirkan oleh kaum laki-laki, mulai dari ayahnya hingga ke lingkungan kerjanya. Srikandi diceritakan sebagai tokoh perempuan tangguh, yang kemudian memutuskan untuk mengubah penampilan menjadi seperti laki-laki.

Film ‘Sanubari Jakarta’ sebenarnya cukup menarik untuk ditonton. Namun, banyak cerita yang jalan ceritanya sedikit implisit, jadi mungkin membuat penontonnya mengernyitkan dahi karena tak mengerti. Tapi yang jelas, film ini memberikan pemahaman baru kepada masyarakat soal kehidupan kaum lesbian, gay, dan transgender, yang selama ini mereka tidak pernah tahu secara mendalam.

This entry was posted in LezMovies and tagged , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>